Balada sepatu yang tertinggal di lomba tonti

Hari ini adalah minggu yang istimewa, karena aku akan mengikuti lomba tonti di Mandala Krida sebuah stadion di Jogja. Setelah aku bangun aku mandi dan sarapan. Dengan semangat aku bangun pagi, cepat-cepat mandi untuk mempersiapkan lomba yang akan aku ikuti. Lomba itu bernama lomba baris berbaris Manggala Bhakti.

Aku sampai disana pukul 07.30 WIB padahal lomba dimulai pukul 08.00, aku khawatir apabila aku telat. Saat itu pintu gerbang depan sudah ditutup sehingga aku lewat pintu belakang. Setelah upacara pembukaan, kami langsung ganti kostum tonti, karena peltonku mendapat nomor urut satu saat tampil. Hal ini membuat lomba semakin sulit karena biasanya nomor urut pertama menjadi tolok ukur nilai. Saat pos satu dan dua, peltonku lumayan rapi tetapi di pos tiga peltonku sangat tidak rapi, aku juga melakukan beberapa kesalahan.

Setelah pelton kami perform kami beristirahat dan memakan snack. di sana ada banyak makanan dan minuman yang dijual, aku membeli salah satu makanan dan minuman. Aku melihat pelton putri SMP ku yang sedang tampil setelah memakan makanan dan minuman itu. Sayangnya SMP sahabatku, Piyan tidak mengikuti lomba ini sehinga aku tidak dapat bertemu dengannya.

Aku pulang bersama ibuku dan bapakku. Sesampai di rumah aku beristirahat, tiba tiba perasaan ku tidak enak seperti ada yang hilang. Akupun mengecek barang barang ku. Benar saja, sepatuku tertinggal di Mandala Krida! Aku segera menghubungi couch ku yang masih ada disana, tetapi aku disuruh menghubungi teman-teman ku. Aku menghubungi beberapa teman ku, tapi banyak yang sudah pulang. Di sana masih ada teman cewek ku sehingga aku terpaksa meminta tolong kepadanya, aku merasa gugup. Untungnya dia mau membawakan sepatuku.

Setelah setengah jam berlalu dia menghubungiku dan mengabarkan bahwa sepatuku tertinggal lagi di Mandala krida. Aku panik, tetapi setelah itu aku di hubungi bahwa aku telah dibohongi olehnya. Aku mulai lega tapi aku agak marah, dia pun meminta maaf kepadaku.

Di hari senin aku diberitahu pemenangnya. Ternyata kami Juara 4 dan komandan kami Juara 3. Mungkin di lomba ini kami belum beruntung tetapi akan ada saatnya kami juara. Semua ini tidak akan bisa kami capai jika tidak ada couch ku yang selalu mengajari kami. Sedikit informasi, aku adalah murid dari SMP 3 Godean. SMP ku memiliki tonti yang bernama Pratinarwa dan aku adalah salah satu bagian dari Pratinarwa.

Ini adalah salah satu foto dari peltonku
Sirilius Kevin
Hai! Nama ku Sirilius Kevin, biasa dipanggil Kevin dan aku berumur 14 tahun. Hobi dan cara ku menghibur diri sendiri adalah mempelajari programming language dan travelling.