Satu Laptop Untuk Satu kelas

Di pagi ini aku bangun dengan ceria. Aku berencana membawa laptop ke sekolah karena UTS kali ini aku menggunakan laptop. Dan kebetulan hari ini kelasku mendapat giliran pengetesan smart phone dan laptop masing masing, Aku senang sekali.

Saat tiba di sekolah aku langsung bercakap-cakap dengan temanku. Bel pun berbunyi, kami sekelas membersihkan halaman depan kelas, tetapi beberapa temanku ada yang tidak melakukan itu. Aku pernah melakukan itu tetapi paling tidak aku sudah mengambil beberapa daun yang berserakan, terkadang juga karena malas aku bergegas ke ruangan doa agar tidak membersihkan lingkungan kelas.

Satu demi satu pelajaran kami lalui hingga aku beberapa kali mencuci muka agar tetap segar. Waktu yang kutunggu-tunggu akhirnya datang yaitu istirahat.  Jajan, buang air kecil, berbincang-bincang dengan temanku, jajan lagi, dan ke kamar mandi lagi. Semua itu sering ku lakukan setiap istirahat hingga aku bosan. Karena rasa bosanku yang meluap-luap, aku langsung ke kelas dan mengambil laptop. Aku membuka browser dan aku search "iflix.com", mulai mencari-cari film hingga temanku mengusulkan melihat film horor. Aku mencoba mencari film horor yang bagus. Yap, akhirnya ketemu film itu bagiku cukup menyeramkan tetapi seru.

Aku menonton bersama seorang temanku yang bernama Ritchie. Karena suara laptop ku agak kencang, teman-teman perempuan di kelasku mendekat dan menonton. Para teman perempuanku merebutkan tempat terenak untuk menonton hingga membawa 1 meja 3 kursi, Mereka berhimpit-himpit hingga hawanya panas. Aku kesal karena para perempuan tidak bisa tenang saat melihat film ini. 15 menit sebelum bel masuk berbunyi, teman laki-laki kelasku mulai ikut melihat Film hingga hawanya sangat panas. Hampir seluruh murid di kelasku menonton dengan bersama-sama dengan satu laptop.

Keesokan hari aku juga membawa laptop. Teman-temanku memaksa agar melanjutkan film yang kemarin. Dan beruntungnya kelasku, hanya ada satu mata pelajaran hari ini. Mungkin karena guru sedang rapat dan ada yang sedang ujian. Karena semua tugas sudah selesai kami menonton film hingga selesai. Karena wifi sekolah sedang lemot, temanku yang sangat baik hati ini rela menethereingi kami agar bisa tetap menonton film. Kita sempat beberapakali berpindah spot untuk menonton film yang nyaman. Baterai laptop ku tinggal 17% dan kami terpaksa melihatnya sambil di dekat stop kontak.

2 hari itu sangat menyenangkan walaupun ada beberapa temanku yang berbicara saat menonton film bersama. Hari ke tiga menonton film kami cukup bosan dan terpaksa menghentikan menonton film yang seru ini. Terima kasih untuk Revaya karena telah rela berkorban menghabiskan quotanya demi kesenangan kita bersama

Sirilius Kevin
Hai! Nama ku Sirilius Kevin, biasa dipanggil Kevin dan aku berumur 14 tahun. Hobi dan cara ku menghibur diri sendiri adalah mempelajari programming language dan travelling.